Pasar Terapung (Floating Market) Banjarmasin

Pasar Terapung adalah Objek Wisata Unggulan Kota Banjarmasin yang telah terkenal ke seluruh Indonesia bahkan hingga mancanegara. Pasar Terapung sudah ada sejak dahulu, sejak masa perdagangan masih menggunakan sistem barter hingga sekarang...More

Wisata Sungai Banjarmasin

Kota Banjarmasin juga dikenal sebagai Kota Seribu Sungai, jadi rasanya tak lengkap bagi anda jika tidak menjelajahi sungai di Banjarmasin. Dengan melakukan Tour wisata keliling kota melalui sungai, anda bisa mengenal lebih dekat lagi budaya sungai masyarakat banjar...More

Sekilas Info Seni Budaya Banjarmasin

Budaya dan tradisi orang Banjar adalah hasil asimilasi selama berabad-abad. Budaya tersebut dipengaruhi oleh kepercayaan Islam yang dibawa oleh pedagangArab dan Persia. Budaya Banjar dapat dilihat dari kehidupan sehari-hari masyarakat Banjar khususnya...More

Mesjid Sultan Suriansyah

Sejarah Kota Banjarmasin tidak akan bisa dipisahkan dari Sultan Suriansyah, pendiri dan raja pertama kerajaan Banjar. Sultan Suriansyah merupakan raja Kerajaan Banjar pertama yang memeluk agama Islam. Salah satu bukti peninggalannnya adalah Masjid Sultan Suriansyah...More

Mesjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin

Masjid ini terletak di tengah Kota Banjarmasin. Nama ”Sabilal Muhtadin” merupakan nama penghargaan terhadap ulama besar Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary (1710-1812) yang selama hidupnya memperdalam dan mengembangkan Islam di Kerajaan Banjar...More

Showing posts with label Kab.Tanah Bumbu. Show all posts
Showing posts with label Kab.Tanah Bumbu. Show all posts

Saturday, 12 November 2011

Ada 39 Lagi Amdal Bodong di Kab.Tanah Bumbu Kal-Sel

Jumlah kasus dokumen Analisa Dampak Lingkungan (Amdal) bodong di Kabupaten Tanahbumbu terus bertambah. Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kalsel dan Kementerian Lingkungan Hidup, menemukan 39 kasus Amdal bodong milik puluhan perusahaan di Tanahbumbu.

Berdasar investigasi, sebanyak 39 perusahaan tambang batu bara, perkebunan sawit dan perumahan di Tanbu terindikasi proses Amdal yang dimiliki menyalahi ketentuan. Tim BLHD Kalsel dan Kemeneg LH menilai kasus itu tak jauh berbeda dengan 13 perusahaan sebelumnya.

"Pokoknya yang mirip Amdal bodong yang kemarin itu. Temuan tim kita ke lapangan ada 39 perusahaan lagi," ungkap Kepala BLHD Kalsel, Rakhmadi Kurdi usai peringatan Hari Pahlawan di halaman gubernuran, Banjarmasin, Kamis (10/11/2011) pagi.

Dijelaskan Rahmadi, 39 kasus amdal bodong tak jauh berbeda dengan 13 kasus sebelumnya yang kini masih ditangani Polda Kalsel. "Prosedur pemberian Amdal tanpa proses yang ada," cetusnya.

Dia menyebut, dari pengecekan langsung ke lapangan untuk melakukan pengujian tanpa melalui sidang komisi Amdal. Yang jelas, lanjut dia, standar mekanisme pengelolaan lingkungan tidak dipenuhi oleh perusahaan-perusahan tersebut. Hal itu karena cara perolehan dokumen Amdal dengan jalan mencurigakan.

"Dari 39 perusahaan itu dokumen Amdalnya mirip. Makanya kami menduga ada kesalahan prosedur dalam pembuatan dokumen tersebut," ucapnya.

Sayangnya, Rahmadi enggan menyebut ke-39 perusahaan yang memperoleh
Amdal bodong tersebut dengan alasan tidak hafal. Namun dia memastikan perusahaan itu bergerak dalam bidang pertambangan batu bara, perkebunan sawit dan perumahan yang ada di wilayah Kabupaten Tanahbumbu.

Meski sudah memastikan dokumen amdal 39 perusahaan tersebut bodong, namun Rahmadi mengaku masih akan melakukan kajian lebih dalam. Yang pasti, pihaknya sudah memegang data, dan bukti awal kasus amdal bodong 39 perusahaan tidak jauh berbeda dengan 13 kasus sebelumnya.

"Kita akan terus mengkajinya untuk mengetahui tingkat pelanggaran yang dilakukan. Jika terbukti kuat, kasus akan kita serahkan kepada aparat penegak hukum," imbuhnya.

Terkait 13 kasus amdal bodong yang kini ditangani jajaran reskrim Polda Kalsel, Rakhmadi mengaku belum mendapatkan laporan kelanjutan kasus itu. Termasuk status tiga orang tersangka yang dianggap bertanggungjawab, BLHD belum mendapatkan keterangan langsung dari kepolisian.

Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalsel, Hegar Wahyu Hidayat mendesak pengusutan kasus kejahatan lingkungan itu dilakukan secara total. Pihak-pihak terkait seperti perusahaan harus diseret, tidak hanya pejabat yang menerbitkan dokumen Amdal bodong.

"Sebenarnya pihak perusahaan memiliki peran terhadap masalah itu. Makanya, polisi dalam menangani kasus itu harus total, siapapun yang terlibat harus diseret dan dijerat hukuman," ujarnya.

Menurut Hegar, dokumen Amdal merupakan landasan bagi perusahaan sebelum menjalankan operasional. Jika dokumen Amdal menyalahi aturan yang ada, secara otomatis kerusakan lingkungan yang diakibatkan operasinya perusahaan semakin tidak terkendali.

"Dokumen Amdal akan menentukan apakah menimbulkan kerusakan atau tidak. Kalau prosesnya sudah menyalahi aturan, secara otomatis pelaksanaannya juga salah," pungkasnya.

Source: choiruman/www.banjarmasinpost.co.id
ReadMore

Wednesday, 9 November 2011

Kab.Tanah Bumbu [Kal-Sel] Bakal Miliki Sekolah Autis

Ilustrasi Anak Autis-Anak-Anak.Net
Dalam waktu yang tidak lama lagi realisasi pembangunan gedung sekolah khusus penyandang autis bakal terwujud di Bumi Bersujud.

Bukti akan pelaksanaan pembangunan sekolah khusus autis tersebut sudah mulai jelas terlihat dengan telah dimulainya pendataan anak penyandang autis di Tanbu.

Seperti yang dituturkan Ribut Giyono salah seorang pengajar yang diberikan tugas oleh salah satu pengusaha yang akan menyandang seluruh pendanaan pembangunan sekolah tersebut.

Dipaparkan Ribut Giyono beberpa waktu lalu dirinya beserta kadisdik Tanbu Idjra'i melakukan study banding ke sekolah khusus autis di Jakarta.

Disampaikannya, selain menyambangi salah satu sekolah austis di Jakarta pihaknya juga menyambangi Universitas Negeri Jakarta.

"Saat itu kedatangan kami tidak lepas dari rencana akan dibukanya sekolah autis di Tanah Bumbu," ujarnya.

Disampaikannya, di sekolah autis di Jakarta tersebut pihaknya melihat secara detil baik dari bangunan sampai kurikulum pengajaran.

"Sedangkan di UNJ kita melakukan kerja sama perihal penyediaan pengajar dan kurikulum serta pendataan," ujarnya.

Dipaparkannya, saat ini sekitar 14 mahasiswa UNJ sedang berada di Tanbu melaksankan kkn di Tanbu dengan sasaran surve dan pemetaan anak berkebutuhan khusus tersebut.

"Hasil dari surve para mahasiswa nanti akan jadi acuan, tahap awal apa saja yang akan dibangun dan berapa banyak bangunan yang diperlukan," ujar Ribut.

Disampaikan Ribut, tak hanya itu hasil surve tersebut juga akan menentukan jumlah tenaga pengajar yang akan dibutuhkan.

"Harapan kita tahun depan sekolah autis ini pembangunannya sudah bisa dilaksanakan," ujarnya.

Terpisah Direktur Utama PT Buana Karya Wiratama (BKW) H Tajerian Noor menuturkan, pembangunan sekolah autis tersebut tidak lepas untuk memberikan kesempatan yang sama bagi anak penderita autis.

Dipaparkannya, seluruh pendanaan untuk pembangunan sekolah tersebut akan ditanggung oleh perusahaan yang dipimpinannya melalui dan CRS PT BKW.

Disampaikannya, saat ini lahan yang telah disiapkannya untuk pembangunan sekolah tersebut seluas kurang lebih 11 Ha.

"Tahap awal kita bangun sekolah khusus autis dulu, namun kedepan akan kita kembangkan lagi sampai menjadi central Autis," ujarnya.

Sedangkan disinggung kapan pelaksanaan pembangunan dengan lugas H Tajerian Noor memaparkan secepatnya.

"Lahannya sudah ada di Jalan Inhub Desa Barkoha Kecamatan Simpang Empat," tandasnya.

red: Edi NugrohoSumber: rahmawandi
Sumber: http://banjarmasin.tribunnews.com/read/artikel/2011/11/9/157261/Tanbu-Bakal-Miliki-Sekolah-Autis
ReadMore

Photobucket

Site Search